Nameless

Still find my true self

Kalimat Dasar

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang dapat mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat dasar adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu kalusa. Di dalam kalimat dasar hanya terdapat satu subjek dan satu predikat. Selain subjek dan predikat, di dalam kalimat dasar juga terdapat objek dan atau pelengkap serta keterangan. Subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap disebut juga unsure kalimat.

Biasanya sebuah kalimat itu memiliki Subjek dan Predikat juga bisa ditambah dengan unsur lain seperti Objek dan Keterangan.
Unsur-unsur Kalimat
1. Subjek dalam kalimat Bahasa Indonesia biasanya adalah seseorang yang melakukan suatu kegiatan tertentu. Dalam kalimat subjek biasanya berupa kata benda. Misalkan: ayah, mobil, gedung, sekolah, dll
2. Predikat adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh subjek. Misalkan: mencuci, makan, belajar, dll.
3. Objek adalah target yang dilakukan subjek. Misal: Saya(S) membaca(P) Koran(O). contoh lainnya adalah: Siswa(S) mengikuti(P) upacara bendera(O).
4. Keterangan disini dapat berupa keterangan tempat, waktu ataupun alat bantu. Missal: di kamar, dengan perlahan, kemarin, dll.

1. pola SP
Contoh polanya adalah: Saya(S) mahasiswa(P). contoh lainnya adalah Gedung ini(S) akan dihancurkan(P)
2. pola SPK
Contohnya adalah: Ibu(S) pergi(P) ke pasar(K)
3. pola SPO
Contoh kalimatnya adalah: Saya(S) cinta(P) produk Indonesia(O)
4. pola SPPel
Misalnya: Badu(S) menjadi(P) ketua kelas(Pel)

Hal yang membedakan Objek dengan Keterangan dan Pelengkap adalah dalam pola SPO Objek dapat berubah menjadi Subjek, sedangkan Keterangan dan Pelengkap tidak bisa. Perhatikan ketiga contoh di atas bila di ubah.

1. Pasar(K) dipergi(P) oleh ibu(S).
2. Produk Indonesia(S) dicintai(P) oleh saya(O).
3. Ketua kelas(Pel) dijadikan(P) oleh Badu(S).

Kalimat pertama dan ketiga menjadi kalimat yang tidak logis. Lain halnya untuk kalimat kedua, kalimat kedua masih memiliki arti yang sama dengan kalimat yang sebelumnya.

5. pola SPOPel
Misalnya: Kami(S) membeli(P) spidol(O) untuk kelas(Pel).

6. pola SPOK
Pada umumnya Keterangan dapat di tempatkan di manapun. Di awal, tengah atau akhir kalimat.
Misalnya: Saepul(S) mengajari(P) Asep(O) kemarin(K waktu).
Di dapur(K tempat) Asep(S) makan(P) ayam(O).
Juragan(S) membeli(P) di pasar(K tempat) seekor ikan(O).

Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk terdiri atas paling sedikit dua kalimat dasar. Dengan kata lain, jika dua buah kalimat dasar digabungkan dengan/ tanpakata penghubung, dua kalimat dasar yang bergabung itu disebut kalimat majemuk. Di dalam bahasa Indonesia kalimat majemuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk gabungan.

1. kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang unsure-unsurnya sederajat atau setara. Artinya, unsure yang satu tidak lebih tinggi atau lebih rendah daripada unsure yang lainnya. Contohnya adalah.
Garuda(S) membeli(P) tas(O) dan buku(O).
Kalimat di atas dapat dipisah menjadi dua kalimat dasar yaitu:
Garuda(S) membeli(P) tas(O).
Garuda(S) membeli(P) buku(O).
Berdasarkan konjungkis yang digunakan, kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu kalimat majemuk gabungan, kalimat majemuk perlawanan, kalimat majemuk pilihan, dan kalimat majemuk urutan. Beberapa contohnya adalah:

1. kalimat majemuk setara gabungan
Baik membaca(S) maupun menulis(S) harus(P) di ruang belajar(K).
Kalimat di atas bila dipisah akan menjadi membaca(S) harus(P) di ruang belajar(K); menulis(S) harus(P) di ruang belajar(K).

2. kalimat majemuk setara perlawanan
Greed(S) bertubuh(P) kecil(K) tetapi bernyali(P) besar(K).
Jika dipisah akan menjadi Greed(S) bertubuh(P) kecil(K); Greed(S) bernyali(P) besar(K).

3. kalimat majemuk setara pemilihan
Linda(S) suka(P) ke mall(K) atau pasar(K).
Lalu bila dipisah akan menjadi Linda(S) suka(P) ke mall(K); Linda(S) suka(P) ke pasar(K).

4. kalimat majemuk setara urutan
Toni(S) mencuci(P) mobil(O) lalu membersihkan(P) halaman(O).
Kalimat tersebut bila di pisahkan akan menjadi Toni(S) mencuci(P) mobil(O); Toni(S) membersihkan(P) halaman(O).

2. kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang unsure-unsurnya tidak sederajat. Artinya, unsure yang satu menjadi bagian dari unsure yang lain. Unsure yang menjadi unsure bagian lain disebut anak kalimat(AK), sedangkan unsure yang tidak menjadi unsure lainnya disebut induk kalimat(IK). Cirri yang membedakan induk kalimat dan anak kalimat dapat dilihat berdasarkan kemandirian dan kata penghubung.
1. kemandirian dapat digunakan untuk membedakan induk kalimat dari anak kalimat. Induk kalimat mempunyai kemandirian jika dibandingkan dengan anak kalimat. Contohnya adalah Ketika ibu pulang, saya sedang membaca komik.
Induk kalimat tersebut adalah saya sedang membaca komik
Induk kalimat dapat berdiri sendiri tanpa anak kalimat jika anak kalimat bukan merupakan unsur inti, yaitu sebagai keterangan. Jika anak kalimat berfungsi sebagai subjek, objek, atau pelengkap, induk kalimat pun tidak dapat berdiri sebagai kalimat mandiri. Contoh:

saya(S) suka(P) yang berambut panjang terurai kebelakang itu(anak kalimat).

Apabila dipisah akan menjadi saya suka. Kalimat tersebut tidak dapat menjadi kalimat mandiri karena anak kalimatnya berfungsi sebagai objek. Dengan demikian, anak kalimat yang berfungsi sebagai subjek, objek, atau pelengkap tidak dapat dihilangkan karena ketiga unsure tersebut merupakan bagian inti kalimat.
2. kata penghubung adalah ciri pembeda lain antara anak kalimat dan induk kalimat.. jika diamati dari contoh di atas, di anatara induk kalimat dan anak kalimat terdapat kata penghubung. Kata penghubung selalu menyertai anak kalimat. Amati kedua contoh dibawah ini:

Ketika hujan deras, kami sedang tidur pulas.
Karena terlalu baik, akhirnya dia tertipu oleh orang asing.

Kedua kalimat di atas bila di ubah polanya akan menjadi:
Kami sedang tidur pulas ketika hujan deras.
Akhirnya dia tertipu oleh orang asing karena terlalu baik.

Unsure kalimat yang diawali kata penghubung sebab, karena, walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun, jika, kalau, agar, supaya, ketika, bahwa, dsb. disebut anak kalimat, sedangkan unsure kaliamt yang tidak didahului kata penghubung disebut induk kalimat.


Sumber : DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL;2001 BAHAN PENYULUHAN BAHASA INDONESIA; KALIMAT

0 komentar:

Posting Komentar